GadogadoPers

Terpercaya & Terdepan

Santri Tewas Dianiaya di Pesantren Kediri. Sumber: iNews.
Hot News Kriminalisasi

Santri di Kediri Tewas Dianiaya, Polisi Resmi Tetapkan Tersangka

Gadogadopers.com – Kasus tragis penganiayaan yang menimpa seorang santri Pondok Pesantren di Kediri, Jawa Timur, menjadi sorotan tajam setelah pihak keluarga menemukan bukti-bukti mencengangkan yang mengarah pada dugaan kuat tindak kekerasan. Kejadian ini terungkap setelah keluarga menemukan jejak ceceran darah dari keranda jenazah Bintang.

Menurut kakak korban, ceceran darah tersebut terlihat jelas keluar dari keranda saat prosesi pemakaman. Keluarga langsung meminta untuk membuka kain kafan yang membungkus jenazah, namun permintaan itu ditolak oleh pihak tertentu yang disebut-sebut sebagai sepupu korban.

“Kami meminta kain kafan dibuka karena curiga dengan ceceran darah yang kami temukan. Namun, permintaan kami ditolak dengan alasan keranda sudah suci,” ungkapnya saat dihubungi pada Senin (26/2).

Setelah desakan dari keluarga semakin kuat, akhirnya kain kafan dibuka, dan terkuaklah kenyataan yang mengerikan. Tubuh Bintang dipenuhi dengan luka lebam, robek, serta tanda-tanda kekerasan lainnya, seperti luka sundutan rokok dan luka jeratan di lehernya.

“Mendapati kondisi tersebut, kami tidak dapat lagi percaya dengan klaim pesantren yang menyatakan korban meninggal akibat kecelakaan di kamar mandi. Ini jelas bukan sekadar kecelakaan, melainkan penganiayaan yang nyata,” tegas kakak korban dengan suara penuh emosi.

Keluarga korban pun melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, dan jenazah korban telah diserahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Blambangan. Namun, pihak Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah membantah mengetahui adanya tindak penganiayaan yang menyebabkan kematian santrinya ini.

Gus Fatih, Pengasuh Ponpes PPTQ Al Hanifiyyah, menyatakan bahwa informasi yang diterimanya adalah korban meninggal karena terpeleset di kamar mandi, berdasarkan laporan dari pihak keluarga. Namun, dirinya mengakui bahwa dirinya tidak melihat kondisi jenazah yang sudah terbungkus kain kafan.

“Kami tidak mengetahui penyebab pasti kematian Bintang. Kami juga tidak menghalangi pihak keluarga untuk membuka kain kafan, saya sendiri berada di belakang ambulans saat itu,” jelas Gus Fatih.

Namun, dengan peningkatan intensitas kecurigaan, polisi akhirnya menetapkan empat tersangka terkait kasus ini setelah melakukan penyelidikan mendalam. Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, mengungkapkan bahwa tersangka diduga merupakan sesama santri di pesantren yang merupakan senior dari korban.

Di sisi lain, ibu korban, menyampaikan bahwa anaknya telah meminta dijemput pulang dan mengaku takut melalui pesan WhatsApp dengan alasan yang tidak dijelaskan secara detail. Pesan tersebut, menurutnya, terus berlanjut sejak Senin (19/2) dengan permintaan agar segera dijemput.

Kasus ini semakin mengemuka dengan bukti-bukti yang terus menguatkan dugaan adanya penganiayaan. Tersangka dalam kasus ini merupakan empat santri senior di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, yang diduga terlibat dalam tindak kekerasan yang mengakibatkan kematian tragis. Penetapan mereka sebagai tersangka dilakukan setelah penyelidikan yang mendalam oleh pihak kepolisian, yang melibatkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.

Meskipun identitas mereka belum diungkap secara resmi, kehadiran mereka sebagai tersangka memberikan dimensi baru dalam kasus ini, serta menimbulkan pertanyaan tentang kondisi lingkungan dan dinamika di dalam pondok pesantren tersebut. Keluarga korban bersikeras untuk menuntut keadilan atas kematian tragis yang menimpa Bintang, sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Baca juga: Tewas Tragis di Kamar Kos: Polisi Selidiki Dugaan Hubungan dengan Miras

Sumber: CNN.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments