BANJARMASIN — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menghadiri kegiatan “Polantas Menyapa” bersama para pengemudi ojek online di La Tare Joglo Resto, Banjarmasin, Rabu (8/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara aparat kepolisian dan komunitas transportasi berbasis aplikasi, sekaligus memperkuat upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kakorlantas menegaskan bahwa program “Polantas Menyapa” merupakan inisiatif yang bertujuan mendekatkan Polri dengan masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang memiliki intensitas mobilitas tinggi seperti pengemudi ojek online. Program ini juga dirancang untuk membangun komunikasi dua arah, sehingga kebijakan lalu lintas dapat dipahami sekaligus didukung oleh masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Oleh karena itu, kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan. Melalui kegiatan ini, Polri berupaya menghadirkan suasana dialog yang terbuka, sehingga aspirasi dan pengalaman para pengemudi dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Selain itu, Kakorlantas menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan komunitas ojek, baik konvensional maupun berbasis aplikasi. Menurutnya, para pengemudi memiliki peran strategis karena mereka berada di jalan setiap hari dan berinteraksi langsung dengan kondisi lalu lintas. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif mereka dalam menjaga ketertiban dinilai sangat menentukan.
Ia juga mengajak para pengemudi untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Ajakan tersebut mencakup kepatuhan terhadap aturan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kesadaran untuk saling menghormati sesama pengguna jalan. Dengan demikian, tercipta ekosistem lalu lintas yang lebih aman dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi capaian kinerja jajaran kepolisian daerah. Kakorlantas menyampaikan bahwa Polda Kalimantan Selatan menunjukkan hasil positif dalam pelaksanaan pengamanan lalu lintas, terutama selama Operasi Ketupat 2026. Dalam periode tersebut, angka fatalitas kecelakaan di wilayah Kalimantan Selatan tercatat mengalami penurunan signifikan.
Menurutnya, penurunan angka korban meninggal dunia hingga 65 persen menjadi indikator penting keberhasilan strategi pengelolaan lalu lintas yang diterapkan. Capaian ini juga berkontribusi terhadap penurunan angka fatalitas secara nasional yang mencapai sekitar 31 persen. Ia menilai hasil tersebut tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat.
Lebih lanjut, Kakorlantas menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kombinasi berbagai pendekatan, mulai dari rekayasa lalu lintas, pengawasan di lapangan, hingga peningkatan kesadaran pengguna jalan. Ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Kapolda Kalimantan Selatan, Wakapolda, serta jajaran direktorat lalu lintas. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem lalu lintas yang lebih baik di daerah.
Sementara itu, para pengemudi ojek online yang hadir menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai forum seperti ini memberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman di lapangan sekaligus memahami kebijakan yang diterapkan oleh kepolisian. Interaksi langsung tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan serta memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Polri dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Dengan melibatkan komunitas secara langsung, diharapkan pesan keselamatan dapat tersampaikan lebih luas dan efektif. Para pengemudi ojek online diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mendorong perilaku berkendara yang lebih disiplin.
Kakorlantas menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa kolaborasi harus terus diperkuat. Ia menyampaikan bahwa upaya menjaga keselamatan di jalan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Dengan adanya kegiatan “Polantas Menyapa”, diharapkan komunikasi antara Polri dan masyarakat semakin terbuka. Selain itu, kesadaran kolektif untuk menjaga keselamatan di jalan diharapkan terus meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan secara berkelanjutan.




