PALEMBANG – Menghadapi dinamika arus mudik Lebaran 2026, tim gabungan Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Selatan dan Jambi memastikan bahwa situasi di Jalur Lintas Timur (Jalintim) tetap terkendali melalui penyiagaan personel secara penuh selama 24 jam. Meskipun volume kendaraan meningkat signifikan pada 13–15 Maret, langkah-langkah strategis telah diambil untuk menjamin keselamatan pemudik sebagai prioritas utama.
Penanganan Kendala Teknis
Pihak kepolisian menegaskan bahwa antrean panjang yang sempat terjadi murni disebabkan oleh hambatan teknis operasional, yakni insiden kendaraan berat yang mengalami kerusakan patah as dan truk trailer yang terguling di titik kritis seperti Pangkalan Balai dan Bayung Lencir,.
“Hambatan ini segera diantisipasi dengan evakuasi cepat menggunakan alat berat agar badan jalan dapat segera digunakan kembali,” ujar perwakilan otoritas terkait,. Di luar insiden kecelakaan bus di Sekernan yang telah ditangani dengan cepat oleh petugas medis dan kepolisian, proses evakuasi hambatan teknis utama di jalur ini dipastikan berjalan lancar tanpa tambahan insiden fatalitas lainnya,.
Solusi Taktis di Lapangan
Untuk mengurai kepadatan, petugas di lapangan tidak hanya melakukan rekayasa lalu lintas buka-tutup, tetapi juga melakukan pendekatan humanis kepada para pengguna jalan:
• Patroli Motor Anti-Serobot: Petugas patroli roda dua dikerahkan secara intensif untuk mengedukasi pengemudi agar tetap tertib dalam antrean dan mencegah tindakan menyerobot yang dapat memperburuk kemacetan.
• Manajemen Kendaraan Berat: Sesuai aturan SKB 4 Kementerian, petugas telah mengaktifkan 10 titik kantong parkir untuk mengarahkan truk sumbu 3 ke atas agar beristirahat sejenak, memberikan ruang bagi kendaraan ringan untuk melintas,.
• Edukasi Pengemudi: Para sopir truk diberikan pemahaman mengenai pentingnya pembatasan jalur ini demi kenyamanan bersama selama puncak arus mudik,.
Jalur Alternatif dan Jaminan Logistik
Sebagai solusi konkret, para pemudik kendaraan ringan sangat disarankan untuk memanfaatkan Tol Fungsional Betung–Tempino yang telah disiapkan pemerintah untuk memecah kepadatan di jalur utama,.
Selain itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan kebutuhan pokok. Distribusi logistik esensial seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), obat-obatan, dan bahan pangan tetap diberikan prioritas utama untuk melintas sehingga pasokan di wilayah Sumatera Selatan maupun Jambi dipastikan tetap aman dan stabil,.
Imbauan bagi Masyarakat
Pihak otoritas mengapresiasi kesabaran dan kerja sama para pemudik di lapangan. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau kondisi arus lalu lintas secara real-time melalui kanal resmi media sosial Polda Jambi, Polda Sumsel, atau radio RRI sebelum memulai perjalanan,.
“Kami hadir 24 jam untuk memastikan setiap pemudik dapat sampai ke tujuan dengan aman. Tetap patuhi arahan petugas di lapangan, jangan memaksakan diri jika lelah, dan utamakan keselamatan di atas kecepatan,” tutup pernyataan resmi tersebut.

