Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menghadiri kegiatan pelepasan Tim Monitor Mudik Metro TV di Jakarta pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung kelancaran arus mudik serta memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan pulang kampung dengan aman dan nyaman menjelang Idulfitri.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas menegaskan bahwa negara hadir melalui berbagai langkah strategis guna menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat selama periode mudik. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak semata berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan yang lebih luas.
Menurutnya, Operasi Ketupat merupakan bentuk pelayanan negara kepada masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri. Melalui operasi tersebut, aparat keamanan tidak hanya berfokus pada pengendalian arus kendaraan, tetapi juga memastikan kondisi keamanan tetap kondusif.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bertujuan memberikan rasa aman selama rangkaian kegiatan mudik dan balik berlangsung. Oleh sebab itu, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan sejak awal agar masyarakat dapat melakukan perjalanan tanpa kekhawatiran.
Kakorlantas juga menyampaikan pesan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan pemudik. Tahun ini, Operasi Ketupat mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” yang mencerminkan tujuan utama penyelenggaraan operasi tersebut.
Ia menuturkan bahwa mudik tidak sekadar aktivitas perjalanan dari satu kota ke kota lain. Lebih dari itu, mudik merupakan momen emosional bagi masyarakat untuk kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.
Karena itu, pemerintah berupaya memastikan seluruh proses perjalanan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ia menegaskan bahwa negara telah mempersiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan selama periode mudik Lebaran.
Korlantas Polri, lanjutnya, bekerja sama dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan untuk mengelola arus lalu lintas secara optimal. Kolaborasi tersebut mencakup koordinasi dengan kementerian terkait, pengelola jalan tol, hingga berbagai lembaga pendukung lainnya.
Selain itu, sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengatasi kepadatan kendaraan pada titik-titik tertentu. Beberapa skema seperti contraflow maupun sistem satu arah atau one way akan diberlakukan apabila volume kendaraan meningkat secara signifikan.
Langkah tersebut bertujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas sekaligus menjaga kelancaran perjalanan para pemudik. Dengan strategi yang terencana, pemerintah berharap arus kendaraan dapat tetap terkendali meskipun jumlah pemudik meningkat.
Lebih lanjut, Irjen Pol Agus menjelaskan bahwa Korlantas Polri kini tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional dalam mengatur lalu lintas. Sebaliknya, institusinya memanfaatkan sistem berbasis data dan teknologi yang mampu memantau kondisi jalan secara real time.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, petugas dapat menganalisis pergerakan kendaraan serta mengambil keputusan secara cepat apabila terjadi kepadatan di sejumlah ruas jalan. Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan arus mudik.
Ia menegaskan bahwa kehadiran negara tidak hanya terlihat dari penempatan personel di lapangan. Negara juga memastikan bahwa seluruh sistem pengawasan, pengamanan, dan pengendalian lalu lintas berjalan secara terintegrasi.
Di sisi lain, Kakorlantas menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan Operasi Ketupat tahun ini. Menurutnya, keberhasilan pengamanan mudik tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga pada dukungan berbagai lembaga dan masyarakat.
Ia menyebut kolaborasi dan komunikasi sebagai kunci utama keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut. Dengan semangat kebersamaan, berbagai pihak diharapkan dapat saling mendukung demi terciptanya perjalanan mudik yang aman dan lancar.
Semangat kerja sama itu dirangkum dalam prinsip “Together We Can”, yang menggambarkan tekad bersama untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Melalui koordinasi yang kuat, berbagai potensi kendala di lapangan dapat diatasi secara efektif.
Lebih jauh, Kakorlantas mengingatkan bahwa mudik merupakan perjalanan yang sarat makna bagi masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang menempuh perjalanan jauh demi bertemu keluarga di kampung halaman.
Oleh karena itu, keselamatan pemudik menjadi prioritas utama pemerintah. Ia berharap setiap orang yang berangkat menuju kampung halaman dapat tiba dengan selamat dan merayakan Idulfitri bersama keluarga dalam suasana bahagia.
Ia juga menegaskan bahwa negara berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Mulai dari pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga penyediaan informasi perjalanan terus dioptimalkan selama periode mudik.
Acara pelepasan Tim Monitor Mudik Metro TV tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pimpinan lembaga terkait. Di antaranya Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo.
Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah, media, dan sektor transportasi dalam mendukung kelancaran arus mudik. Melalui kerja sama yang erat, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan pulang kampung dengan aman dan nyaman.
Pada akhirnya, pemerintah berharap tradisi mudik tahun ini dapat berlangsung lebih tertib dan lancar. Dengan persiapan yang matang serta dukungan teknologi, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menghadirkan perjalanan yang selamat bagi seluruh masyarakat.





