Gadogadopers.com – Bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026), memicu perhatian serius terhadap tata kelola lingkungan di kawasan penyangga pegunungan. Peristiwa di lereng Gunung Burangrang tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerugian sosial yang signifikan, sekaligus membuka kembali diskusi mengenai perlindungan kawasan rawan bencana.
Hingga Minggu (25/1/2026), data sementara mencatat 10 orang meninggal dunia dan puluhan warga lainnya masih dalam proses pencarian. Tim gabungan dari berbagai unsur terus melakukan operasi penyelamatan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang labil serta potensi longsor susulan. Upaya pencarian dilakukan secara bertahap agar keselamatan petugas tetap terjaga.
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menilai kejadian ini tidak dapat dilepaskan dari persoalan pengelolaan lingkungan di wilayah hulu. Ia mendorong dilakukannya investigasi yang terbuka dan audit lingkungan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab utama longsor. Menurutnya, penanganan darurat harus berjalan seiring dengan langkah evaluatif yang menyentuh akar masalah.
Rajiv menegaskan bahwa faktor cuaca ekstrem tidak semestinya menjadi satu-satunya penjelasan atas bencana tersebut. Ia menilai lemahnya pengawasan tata ruang serta dugaan alih fungsi lahan di kawasan penyangga perlu ditelusuri secara serius. Lereng Gunung Burangrang, kata dia, memiliki peran ekologis penting sebagai penopang keseimbangan lingkungan dan keselamatan permukiman di sekitarnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang juga tergabung dalam Panitia Kerja Alih Fungsi Lahan, Rajiv menyampaikan rencana evaluasi terhadap perizinan di wilayah rawan bencana. Langkah ini mencakup penelusuran potensi penyimpangan izin serta dampaknya terhadap daya dukung lingkungan. Ia menilai penegakan hukum menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.
Di sisi lain, perhatian terhadap kondisi warga terdampak tetap menjadi prioritas. Bantuan kemanusiaan mulai disalurkan kepada para pengungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar. Rajiv juga meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat penegak hukum, guna memastikan proses investigasi berjalan akuntabel.
Ke depan, pengawasan kawasan resapan air dan penyelesaian konflik agraria dinilai penting untuk memperkuat mitigasi bencana. Tragedi di Cisarua menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pemanfaatan lahan harus selaras dengan prinsip keberlanjutan agar keselamatan masyarakat dapat terjamin dalam jangka panjang.

