Jakarta — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan langkah pengamanan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas massa pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Kegiatan yang diperkirakan berlangsung pada 1 Mei tersebut akan tersebar di beberapa titik strategis di ibu kota, sehingga memerlukan pengaturan lalu lintas yang matang.
Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Pol. Aries Syahbudin menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi awal mengenai rencana aksi yang akan dilakukan oleh sejumlah kelompok buruh. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Menurutnya, terdapat perubahan pola pelaksanaan aksi dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan terpusat di satu lokasi, pada tahun ini aksi diperkirakan akan terbagi ke dalam tiga kelompok besar. Setiap kelompok direncanakan menyampaikan aspirasi di lokasi yang berbeda dengan isu yang lebih beragam.
Ia menjelaskan bahwa titik pertama dipusatkan di kawasan Lapangan Monas. Lokasi ini menjadi salah satu pusat kegiatan yang memiliki kapasitas besar untuk menampung massa. Namun demikian, kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan tersebut tetap menjadi perhatian utama, mengingat tingginya mobilitas kendaraan di pusat kota.
Selanjutnya, titik kedua berada di kawasan Gedung DPR/MPR RI di Senayan. Area ini kerap menjadi lokasi aksi unjuk rasa karena posisinya sebagai pusat kegiatan pemerintahan. Oleh karena itu, pengamanan di wilayah tersebut akan difokuskan pada pengaturan arus kendaraan serta pengendalian massa agar tidak mengganggu aktivitas di sekitarnya.
Sementara itu, titik ketiga direncanakan berada di kawasan Jalan Gatot Subroto, tepatnya di sekitar perkantoran yang berada di jalur tersebut. Lokasi ini dinilai memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dua titik lainnya. Ruas jalan yang relatif sempit berpotensi menimbulkan kepadatan jika terjadi penumpukan massa dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus perhatian dalam perencanaan pengamanan. Korlantas Polri menilai bahwa diperlukan langkah antisipatif yang lebih detail, terutama dalam pengaturan arus lalu lintas dan penempatan personel di lapangan.
Kombes Pol. Aries menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada kegiatan penyampaian pendapat, tetapi juga pada kelancaran mobilitas masyarakat secara umum. Oleh karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk memastikan setiap skenario berjalan sesuai rencana.
Selain itu, Korlantas Polri akan menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan perubahan jumlah massa atau pergeseran titik kegiatan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan arus kendaraan tetap dapat dikendalikan secara optimal.
Ia juga menambahkan bahwa pemantauan akan dilakukan secara intensif sejak sebelum hari pelaksanaan. Informasi terkini akan terus diperbarui guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Dalam pelaksanaannya, Korlantas Polri akan bekerja sama dengan jajaran kepolisian wilayah serta instansi terkait lainnya. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan seluruh aspek pengamanan berjalan secara terpadu, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pengendalian situasi di lapangan.
Selain pengamanan fisik, aspek komunikasi juga menjadi perhatian. Informasi terkait rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus akan disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal. Dengan demikian, pengguna jalan dapat menyesuaikan rute perjalanan dan menghindari titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
Korlantas Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas selama berlangsungnya kegiatan. Kepatuhan pengguna jalan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama di tengah peningkatan aktivitas massa.
Di sisi lain, pihak kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Oleh karena itu, pengamanan dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan ketertiban dan keamanan bersama, tanpa mengabaikan hak konstitusional setiap warga.
Sebagai penutup, Korlantas Polri memastikan bahwa seluruh langkah pengamanan telah dipersiapkan secara matang. Dengan koordinasi yang baik dan dukungan dari masyarakat, diharapkan peringatan May Day 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas publik secara luas.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan kelancaran aktivitas masyarakat. Dengan perencanaan yang terukur, potensi gangguan dapat diminimalkan sehingga seluruh pihak dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman.

