JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit mendorong optimalisasi penggunaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) bagi pasien COVID-19 dengan gejala tertentu.

Kapolri meminta Forkopimda Kalimantan Barat menerapkan pendekatan adat setempat untuk mengajak masyarakat terpapar COVID-19 menjalani isolasi di fasilitas isoter.

“Penjelasan dengan baik, menyesuaikan adat istiadat setempat yang dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat ketika akan mengajak ke isoter,” kata Sigit dikutip Antara, Rabu, 8 September.

Menurut Kapolri, penggunaan isoter di Kalimantan Barat perlu dioptimalkan mengingat masih rendahnya pemanfaatan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19.

Sigit menegaskan masyarakat yang menjalani karantina di fasilitas isoter memiliki peluang sembuh lebih cepat dibanding isolasi mandiri di rumah.

“Karena isoter dilengkapi fasilitas lebih memadai dan diawasi langsung oleh tenaga kesehatan,” ujarnya.

Dalam rapat itu, Kapolri bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan terkait penanganan COVID-19 di Kalimantan Barat.

Sigit memberikan penekanan kepada strategi pengendalian COVID-19 di Kalbar harus diperkuat melaluiĀ pendisiplinan protokol kesehatan dan penguatan pelaksanaan 3T (tracing, testing, dan treatment).

“Termasuk percepatan program vaksinasi massal,” terangnya.

Sigit menjelaskan penguatan strategi pengendalian COVID-19 akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sesuai dengan asesmen yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pelonggaran ini, menurut Sigit, akan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Saat ini, kata Sigit, perekonomian Indonesia sudah mulai tumbuh sebesar 7,07 persen. Sementara, perekonomian Kalbar mulai tumbuh 10,81 persen.

Untuk itu, lanjut dia, pelonggaran aktivitas masyarakat harus dibarengi dengan strategi pengendalian COVID-19 dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Ketika kasus COVID-19 dapat terkendali, maka secara otomatis daerah tersebut akan mendapat pelonggaran dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan dengan lebih baik. Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, baik pusat maupun daerah dan seluruh masyarakat,” ujar Sigit.

SigitĀ juga mensosialisasikan tentang aplikasi PeduliLindungi yang mulai diberlakukan di sejumlah lokasi yang terdapat aktivitas masyarakat.

Pemanfaatan teknologi di tengah pandemi COVID-19 menjadi keniscayaan yang harus diimbangi masyarakat untuk beradaptasi di tatanan normal baru dan hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Beragam fitur ini berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah melaksanakan surveilans (pengamatan) kesehatan dan memfasilitasi tatanan kehidupan baru,” kata Sigit.

Sumber: voi.id

Artikel sebelumyaOknum Polisi Pelaku Tabrak Lari di Garut Terancam Sanksi Tegas
Artikel berikutnyaTinjau Serbuan Vaksin di Kalbar, Kapolri Tekankan Penguatan Prokes dan Percepatan Vaksinasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments