Menjelang dimulainya pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini, jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan transportasi menggelar doa bersama sebagai bentuk kesiapan sekaligus harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Kegiatan tersebut berlangsung di Command Center KM 29 ruas Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, pada Kamis malam.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting yang terlibat langsung dalam pengelolaan arus mudik nasional. Turut hadir Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi serta perwakilan dari berbagai instansi yang menjadi bagian dari koordinasi pengamanan mudik.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan sejumlah badan usaha transportasi dan pelayanan publik. Di antaranya Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo. Hadir pula pejabat dari Direktorat Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan serta para pejabat utama Korlantas Polri.
Kegiatan doa bersama tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang akan berlangsung selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Operasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Usai kegiatan tersebut, Kakorlantas menyampaikan bahwa seluruh personel yang terlibat telah bersiap untuk memantau pergerakan kendaraan di berbagai jalur utama. Ia menegaskan bahwa pemantauan akan dilakukan secara intensif sejak malam hari guna memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali.
Menurutnya, sebelumnya telah dilaksanakan gelar pasukan yang dipimpin oleh Kapolri bersama Panglima TNI. Kegiatan tersebut menjadi tanda bahwa seluruh unsur pengamanan telah siap ditempatkan di berbagai titik strategis.
Ia menambahkan bahwa personel kepolisian bersama instansi terkait sudah berada di lapangan untuk melakukan pemantauan arus kendaraan. Selain mengawasi kondisi lalu lintas, petugas juga disiagakan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa libur panjang.
Lebih lanjut, Kakorlantas menjelaskan bahwa seluruh skenario penanganan lalu lintas telah disiapkan bersama para pemangku kepentingan. Berbagai rencana tindakan telah disusun agar setiap potensi kepadatan kendaraan dapat diantisipasi dengan cepat.
Menurutnya, operasi pengamanan tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena bertepatan dengan beberapa momentum penting. Selain arus mudik dan arus balik Lebaran, periode tersebut juga bersamaan dengan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan serta perayaan hari raya keagamaan lainnya.
Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Ia berharap melalui doa bersama yang dilakukan, seluruh pihak dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur jalan tol juga menjadi perhatian utama menjelang puncak arus mudik. Pihak pengelola jalan tol memastikan bahwa seluruh ruas tol yang dikelola telah siap digunakan oleh masyarakat.
Direktur Utama Jasa Marga menyampaikan bahwa seluruh jalur tol dalam kondisi siap melayani kendaraan pemudik. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir sejumlah ruas tol telah difungsikan secara terbatas sebagai bagian dari uji kesiapan menjelang lonjakan kendaraan.
Ia juga memastikan bahwa ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan dapat digunakan secara fungsional untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.
Selain kesiapan jalan tol, pengaturan transportasi penyeberangan juga menjadi fokus penting dalam pengelolaan arus mudik tahun ini. Pihak ASDP memperkenalkan kebijakan baru untuk meningkatkan efisiensi layanan penyeberangan, khususnya di lintasan Merak–Bakauheni.
Kebijakan tersebut berupa penerapan sistem tiket tunggal atau single ticketing. Melalui sistem ini, seluruh penumpang kendaraan akan menggunakan kategori tiket yang sama tanpa pembagian kelas layanan.
Langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengaturan kendaraan di pelabuhan. Dengan sistem tersebut, kendaraan dapat diarahkan ke dermaga yang tersedia tanpa terhambat oleh perbedaan kategori tiket.
Sementara itu, dari sisi keselamatan perjalanan, Jasa Raharja telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang berpotensi rawan kecelakaan di sepanjang jalur mudik. Berdasarkan pemetaan tersebut, terdapat sekitar 1.700 titik yang memerlukan perhatian khusus selama periode perjalanan masyarakat.
Untuk mendukung pengawasan di lapangan, sekitar 2.000 personel Jasa Raharja disiagakan di berbagai lokasi strategis. Mereka akan bekerja sama dengan aparat kepolisian serta petugas transportasi lainnya untuk memberikan pelayanan dan penanganan jika terjadi insiden di jalan.
Di akhir keterangannya, Kakorlantas menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan operasi pengamanan mudik tahun ini. Ia menilai bahwa kerja sama yang solid antara pemerintah, operator transportasi, serta media sangat dibutuhkan agar informasi dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Ia berharap media dapat membantu menyebarkan informasi yang akurat mengenai kondisi lalu lintas, kebijakan rekayasa jalan, hingga imbauan keselamatan berkendara. Dengan dukungan informasi yang cepat dan jelas, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik.
Melalui koordinasi yang kuat dan persiapan yang matang, pemerintah optimistis pengamanan mudik tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan aman. Tujuan utamanya adalah memastikan jutaan masyarakat yang pulang ke kampung halaman dapat melakukan perjalanan dengan nyaman serta selamat sampai tujuan.

