Banjarbaru — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meresmikan Safety Driving Center (SDC) milik Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan pada Rabu, 8 April 2026. Peresmian fasilitas ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan keselamatan berkendara serta menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Kehadiran Safety Driving Center di Banjarbaru dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat pelayanan publik di bidang lalu lintas. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara, baik melalui pembelajaran teori maupun praktik langsung di lapangan.
Dalam sambutannya, Irjen Agus menegaskan bahwa pembangunan SDC merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya bersifat penegakan hukum, tetapi juga edukatif dan preventif. Menurutnya, peningkatan kompetensi pengemudi menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.
Ia menjelaskan bahwa masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di sejumlah daerah menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas pelatihan seperti SDC diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam berkendara.
Fasilitas Edukasi untuk Masyarakat
Safety Driving Center yang diresmikan ini menjadi yang pertama di Kalimantan Selatan. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan sarana pelatihan yang mendukung proses pembelajaran secara menyeluruh, mulai dari simulasi berkendara hingga praktik langsung di lintasan yang telah disiapkan.
Melalui SDC, masyarakat dapat memperoleh pemahaman mengenai aturan lalu lintas, teknik berkendara yang aman, serta cara menghadapi situasi darurat di jalan. Dengan demikian, pengemudi tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memiliki pengetahuan yang terstruktur dan terukur.
Irjen Agus menekankan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan atau infrastruktur jalan, tetapi juga pada kualitas pengemudi itu sendiri. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang lalu lintas menjadi prioritas utama.
Apresiasi untuk Kolaborasi Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas juga memberikan apresiasi kepada Polda Kalimantan Selatan dan pemerintah daerah atas dukungan terhadap pembangunan SDC. Ia menilai sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menghadirkan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Fasilitas ini bahkan mendapatkan pengakuan melalui penghargaan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diterima oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, didampingi Direktur Lalu Lintas setempat.
Penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi dalam pelayanan publik di bidang lalu lintas terus berkembang. Selain itu, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk menghadirkan fasilitas serupa.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kapolda Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa Safety Driving Center akan dikembangkan sebagai pusat edukasi keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan. Program pelatihan akan dirancang secara sistematis dan terintegrasi dengan kebijakan nasional yang dikoordinasikan bersama Korlantas Polri.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pengembangan SDC adalah menekan angka kecelakaan, terutama yang berujung pada korban jiwa. Dengan adanya pelatihan yang terstruktur, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyambut positif kehadiran fasilitas ini. Gubernur Kalimantan Selatan menyatakan bahwa SDC menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Menurutnya, peningkatan keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh pengguna jalan. Oleh karena itu, edukasi menjadi langkah penting dalam menciptakan perubahan perilaku.
Dampak terhadap Penurunan Kecelakaan
Peresmian Safety Driving Center juga sejalan dengan capaian positif yang diraih dalam Operasi Ketupat 2026. Selama periode tersebut, angka fatalitas kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami penurunan signifikan.
Irjen Agus menyampaikan bahwa penurunan angka korban jiwa menjadi indikator bahwa strategi yang diterapkan selama operasi berjalan efektif. Ia berharap keberadaan SDC dapat memperkuat tren positif tersebut di masa mendatang.
Dengan adanya fasilitas pelatihan yang berfokus pada keselamatan, masyarakat diharapkan semakin memahami risiko di jalan dan mampu mengambil keputusan yang tepat saat berkendara. Hal ini menjadi penting dalam menciptakan sistem lalu lintas yang lebih aman dan berkelanjutan.
Menuju Budaya Berkendara yang Lebih Aman
Safety Driving Center di Kalimantan Selatan diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga pusat perubahan budaya berkendara. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat mengadopsi perilaku yang lebih disiplin dan bertanggung jawab di jalan.
Langkah ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan edukatif yang menyasar akar permasalahan.
Dengan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan budaya keselamatan berlalu lintas dapat terwujud secara bertahap. Ke depan, model seperti ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari strategi nasional dalam menekan angka kecelakaan.

